1. ASAKUSA
Tempat unik yang pertama adalah Asakusa. Tidak terlalu jauh dari stasiun Asakusa, cukup jalan kaki 10 menit saja maka kita sudah sampai. Asakusa ada di sebelah timur laut Tokyo. Kalau saya tidak salah, Asakusa itu dulunya dijadikan sebagai distrik tempat hiburan terbesar di masa Edo. Di Asakusa banyak terdapat bangunan tua. Kita akan menemukan banyak toko yang berumur sangat tua yang menjual macam-macam souvenir khas tradisional Jepang juga ada satu kuil yang sudah berumur sangat tua, namanya . Di AsakusaSensoji Temple, konon kuil ini dibangun pada tahun 628 M. Kalau berkunjung ke kuil ini, jangan lewatkan kesempatan untuk berfoto di depan gerbang Kaminarimon ya! Di Gerbang Kaminarimon ada sebuah lampion merah berukuran sangat besar. Lampion ini dijadikan landmark Asakusa, khususnya Sensoji Temple, sangat terkenal di dunia. Kalau kita masuk di bagian dalamnya, kita juga bisa melihat sepasang sandal jerami raksasa “alas kaki Sang Buddha”. Ada satu lagi daya tarik utama dari Asakusa, yaitu Nakamise, merupakan sebuah lorong sepanjang 250 meter yang menghubungkan gerbang Kaminarimon dengan gerbang Hozomon, pintu menuju Sensoji Temple. Lorong ini dipenuhi hampir 100 kios, merupakan 'surga belanja' bagi pada penggemar kerajinan atau pernak-pernik tradisional Jepang. Bahkan hingga kimono atau replika katana pun bisa kita dapatkan. Para wisatawan yang berkunjung ke Asakusa biasanya suka membeli oleh-oleh di Nakamise ini. Selain souvenir yang dijual unik-unik dan khas Jepang, harganya pun relatif murah, asalkan kita tidak lupa untuk menawarnya. Bangunan kuno lain yang juga menarik untuk dikunjungi adalah kuil Shinto Asakusa jinja. Kuil ini biasanya ramai dikunjungi pada pertengahan bulan Mei. Pada saat itu diselenggarakan Sanja Matsuri, sebuah perayaan yang merupakan satu dari 3 festival tradisional terbesar di Jepang. Jika kamu beruntung, kamu akan menemukan Yakuza asli di Sanja Matsuri ini lho. Biasanya mereka suka menari-nari di depan kuil dengan hanya memakai celana dalam saja (hehehe...) dengan badan penuh tato tentunya.
2. AKIHABARA
Masih di sekitar Tokyo, tempat unik dan menarik selanjutnya adalah Akihabara. Terletak di tengah metropolitan Tokyo, tepatnya di Distrik Chiyoda. Orang Jepang biasanya suka menyebut Akihabara dengan singkatan 'Akiba'. Untuk mencapai Akihabara, kamu bisa naik kereta JR (Japan Railways) dari Stasiun Shinjuku menuju Stasiun Ochanomizu lalu berganti kereta menuju Stasiun Akihabara. Total biayanya kurang lebih 160 yen dengan perjalanan sekitar 12 menit. Kalau mau alat elektronik keluaran terbaru di Jepang, coba deh kunjungi Yodobashi-Akiba, Softmap, atau Laox, semuanya itu merupakan toko elektronik terbesar yang menyediakan beragam alat elektronik dan produk komputer dariberbagai jenis dan merk. Kalau belum puas juga, telusuri saja jalan-jalan di Akihabara karena ratusan toko elektronik besar-kecil lainnya bakal siap melayani kamu. Bahkan ada toko-toko tertentu yang menjual barang bebas pajak, dan menyediakan pegawai yang fasih multi-bahasa! Kamu juga bisa belanja produk yang berkaitan dengan game, anime, dan manga di area ini. Jangan kaget juga kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke Akiba ini. Kamu akan melihat banyak sekali para otaku (penggemar berat anime) mejeng dan nongkrong di jalanan dengan pakaian tokoh-tokoh anime yang mereka idolakan (cosplay). Jangan tertipu dengan dandanan mereka, soalnya kadang ada orang-orang tertentu yang berpakaian tokoh anime wanita (misalnya Sailormoon) padahal sebenarnya mereka adalah laki-laki. Hehehe... dan hebatnya lagi, mereka benar-benar mirip perempuan, sama sekali nggak terlihat laki-lakinya, kecuali kalau udah ngomong. Mereka bukan banci, cuma memang dandanannya aja yang seperti itu. Selain para otaku yang berseliweran di jalan, kamu juga bakal sering melihat orang-orang berpakaian meido (pelayan) yang menawarkan produk toko tempat mereka bekerja atau memang bekerja di meido café.
3. IKEBUKURO
4. NAKANO BROADWAY
5. TOYOTA CITY
6. TOYOHASI
7. NARITA CITY
8. YAMAGATA
Yamagata adalah kota yang kecil. Untuk sampai di Yamagata, saat menginjakkan kaki di Bandara Narita, kita mesti mencari kereta api jurusan Tokyo. Setibanya di stasiun kereta api Tokyo, kita mencari lagi kereta api menunju kota Sendai. Jarak Tokyo-Sendai ditempuh dalam waktu 4 jam. Dari Sendai, kita berganti lagi kereta api menuju Yamagata. Waktu tempuh dari Sendai ke Yamagata sekitar 90 menit. Ada satu tempat yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat, yaitu jalan Nanoka-machi, sepanjang sekitar tiga kilometer. Jalan ini merupakan pusat ekonomi dan pemerintahan dari pemerintah daerah Yamagata. Bangunan pemerintahan dan pertokoan, menyatu di sepanjang jalan Nanoka-Machi ini. Di sekitar jalan Nanoka-machi terdapat banyak sekali pusat perbelanjaan kebutuhan sehari-hari. Terutama kebutuhan makanan, pakaian, serta perlengkapan rumah tangga. Semua menjajakan produk barangnya, dengan harga yang sangat bervariasi. Di kota Yamagata, ada begitu banyak bangunan bersejarah dengan nilainya yang begitu tinggi. Karena masyarakatnya masih mempunyai kesadaran yang tinggi untuk bisa menjaga bangunan dan warisan sejarah yang mereka punyai.
9. HOKKAIDO
Hokaido merupakan salah satu pulau besar yang ada di utara Jepang. Kalau dari pulau Honshu harus naik ferry dulu atau bisa juga naik pesawat untuk sampai di Hokkaido. Waahh... Hokkaido keren banget! Udaranya segar, tempatnya bersih, pokoknya masih kental banget nuansa pedesaannya. Cocok sekali untuk mereka yang ingin refreshing dan menjauh dari suasana kota yang sibuk dan padat. Kalau ke Hokkaido jangan sampai lewatkan makan mie ramen-nya. Ada satu tempat makan mie ramen yang enak! Namanya Ramen Yokocho di kota Sapporo. Tapi kalau makan ramen hati-hati ya! Soalnya ada beberapa jenis ramen yang menggunakan daging babi atau kaldu babi. Jadi kalau mau pesan ramen, tanyakan dulu ke penjualnya apakah memakai daging atau kaldu babi atau tidak? Kalau iya, sebaiknya kita pesan yang pakai daging sapi, ayam, atau seafood saja. Jangan ketinggalan juga dengan oleh-oleh khas Hokkaido, yaitu Shiroi Koibito. Ini adalah semacam coklat khas Hokkaido.
0 komentar:
Posting Komentar